Kalang Kabut - 31

2485 Kata

Kukuruyuk! matahari sudah menunjukkan sinarnya. Di atas tempat tidur, dua orang manusia terlelap di dalam selimut yang sama. Salah seorang menyipitkan mata, dan menggeliat. Dia adalah Aruna Bekti, rambutnya kusut masai, matanya menyipit karena belum sadar sepenuhnya. "Hoam," Bekti menguap beberapa kali, "Adu du du duh, kok badan gua pegel-pegel sih. Akh!" Bekti berusaha bangun, namun dia terhenti karena dia merasa ada yang aneh dengan dirinya, "Waduh, gua kenapa nih. Kok perih-perih gini?" Bekti menggosok-gosok matanya, lalu berkedip. Dia menoleh ke samping, dan hampir terlonjak karena tiba-tiba Cahyo ada disana, menatapnya dari ujung kasur, sambil kedip-kedip. "Udah bangun?" ucap Cahyo sambil tersenyum. Bekti terdiam. Otaknya masih mencerna apa yang sedang terjadi. Begitu, sadar, Bekti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN