"Ini adalah ... jejeng!" Cahyo membuka plastiknya lalu menuangkan isi plastik tersebut ke dalam ember. Melihat apa yang keluar dari plastik tersebut, Bekti langsung berteriak. "Woy" buk! Bekti memukul punggung Cahyo, "Dasar odong lu ya, ngapain lu ngabisin duit buat beli belut segala, dasar sini lu sini!" buk! buk! Bekti memukul punggung Cahyo berkali-kali. "Adoh, Adoh, eh Maimunah, bisa nggak sih nggak pakai pukul? Lu kira gua ini samsak?" "Bodo amat, itu bulat buat apaan? gua ogah ya masak yang begituan jangan suruh gua buat masak itu makhluk!" "Tenang cinto, Mas Cahyo yang bakal masak. Kamu duduk manis aja santai-santai," "Jangan pakai wajan yang itu, itu wajan buat goreng ayam Jihan," "Iya, lu goreng aja ayamnya. Gua bersihin belut dulu," Cahyo pergi kebelakang menenteng ember

