Keluarga Cahyo Bekti Delapan belas tahun kemudian. Cahyo dan Bekti kini sudah berusia empat puluh dua tahun. Sementara itu, anak semata wayang mereka, Aruna Jihan menginjak usia delapan belas tahun dan kini tengah berkuliah di kampus yang sama tempat orangtuanya kuliah dulu. keluarga Cahyo dan Bekti masih seperti biasa. Mereka tidak terlalu harmonis, juga tidak terlalu ancur. Terkadang mereka akur namun juga terkadang mereka berkelahi seperti anjing dan kucing. Seperti saat ini, Cahyo dan Bekti slaing melirik. Mata mereka beradu, hawa-hawa seperti ini adalah hawa yang muncul ketika akan terjadi perkelahian. "Wuaa! udah gua bilang gua nggak mau lauk ikan teri main bola, Gua maunya sambal teri sama jengkol!" Cahyo berteriak dengan suaranya yang melengking. "Eh bangke! lu nggak tahu je

