*****

345 Kata
selulerku terus saja berbunyi.setelah menyelesaikan shalat dhuha,segera kuambil selulerku.ternyata Fida putri pertamaku menelfonku. "assalamualaikum princess bapak....sudah bangun ya"sapaku "waalaikumsalam bapak...bapak dimana,Fida cari tidak ada dirumah" balasnya "bapak dirumah nenek sayang,sebentar lagi bapak kesana.fida mau nitip apa sayang?" jawabku "enggak nitip apa2 pak.fida cuma mau bapak disini saja.2 tahun Fida gak ketemu bapak,Fida masih kangen Pak" terdengar lesu suara putriku ini "yasudah sebentar lagi bapak kesana ya nak" setelah menyelesaikan program latihan untuk nanti sore,segera Aku berangkat kerumahku. sesampainya disana kedua putriku sudah menungguku dipintu bersama ibunya segera Aku masuk ke dalam dan menemani putriku bermain sambil bercerita.rasanya tak habis2 cerita putriku ini maklum 2 tahun kami tidak bertemu kuacuhkan mantan istriku yang sedang berada didapur menyiapkan menu buka puasa terakhir Kami.entah apa yang dipikirannya masih saja dia tidak beranjak dari rumah ini jam 2 siang Aku bersiap berangkat latihan.jadwalku hanya sampai jam 4.30 jadi masih sempat menemani anak2ku buka puasa dirumah selepas latihan Aku membeli nasi bebek kesukaan anak2ku.sesampai dirumah tepat waktu berbuka puasa.kami buka puasa namun tak sedikitpun kusentuh masakan mantan istriku.bukan Aku tidah menghargai makanan yang tersedia Aku hanya tidak ingin memberikan dia harapan. "bapak mengapa tidak makan masakan Ibu?itu ada rendang hati kesukaan bapak"Tanya putriku Fida "tidak apa2 nak bapak sedang ingin bebek ini"jawabku anakku tidak mempertanyakan lagi.ya dia sudah menginjak remaja sedikit banyak sudah mengerti keadaan bapak dan ibunya. setelah berbuka Aku berencana mengajak anakku kerumah orang tuaku untuk menghabiskan malam takbir disana.tak kusangka ibunya memaksa ikut "apa kamu tidak malu bertemu orang tua Dan saudaraku setelah apa yang kamu lakukan 2 tahun lalu?" tanyaku "Aku ingin minta Maaf pada semuanya mas"jwbnya "semua sudah memaafkanmu,tapi mereka tidak sudi mengenalmu lagi,bukankah itu sudah cukup" tak pedulikan dia segera kubonceng kedua putriku menuju rumah orang tuaku Malam itu Kami menikmati malam takbir bersama orang tua dan saudaraku yang sangat senang bisa bertemu cucu dan keponakannya lagi tiba2 pukul 10 malam sebuah Mobil berhenti didepan rumah ibuku.mobil mantan istriku.untuk apa dia datang kemari sesampainya dia didepan pintu semua mata tertuju padanya.bengong.mungkin mereka tidak menyangka perempuan itu masih punya nyali menampakkan batang hidungnya dirumah ibuku
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN