*** tak tahu malu***

1633 Kata
"ibuuuu....."suara Mira yg lirih membuyarkan Kami semua "maafkan Aku bu,maafkan Aku pak.aku menyesali semuanya"dengan isak tangis mira meraih tangan bapak Dan ibuku "Ibu Dan bapak sudah memaafkan kamu,semoga kamu bahagia dengan suami barumu"jwb ibuku dengan begitu tenang.meskipun Aku tahu hatinya hancur sejak Ibu mengetahui perselingkuhan Mira yang berujung perceraian Kami,Ibu mulai sakit2an sakit lambung Dan diabet nya makin parah saja disebabkan karena beban pikiran bagi ibu dan ayah semua ini tidak mudah.mereka begitu yakin Aku Dan Mira akan menjadi keluarga yang langgeng,Karena mereka percaya pilihan kakekku tidak salah terlebih Mira juga datang dari keluarga terpandang dan ilmu agamanya bagus nasi sudah menjadi bubur, tak ada yang perlu disesali.suasana jadi kaku sejak mira datang.orang tua dan saudaraku mendadak menjadi pendiam semua.sangat tidak nyaman bagi mereka satu ruangan dengan orang yang tidak hanya menyakiti hati saudaranya tapi juga melukai kepercayaan keluargaku "kalau saja mbah mu atau ayahnya Mira masih hidup,bisa dibunuh itu Mira dan kekasihnya"Kata ibuku kala itu saat Aku menceritakan semuanya "sudahlah bu,Aku tidak apa2....."jwbku singkat Malam itu akhirnya Kami semua membubarkan diri lebih cepat.saudaraku pulang kerumah masing2 yang masih berdekatan dengan rumah ibuku Aku bersiap masuk kamarku bersama anak2ku "Mira hati2 pulangnya,ini sudah malam"saat kulihat Mira masih duduk diruang tamu "Aku mau tidur disini mas,anak2 pasti senang kita tidur ber empat"jwbnya santai "gila kamu ya,Kita sudah tidak sda ikatan apapun,bahkan kamu sudah punya suami.bagaimana bisa kamu mau tidur seruangan denganku" emosiku meledak menghadapi perempuan satu ini "Aku mohon mas,2 tahun ini Aku banyak menyesali perbuatanku.aku Mohon maafkan Aku,kembalilah padaku mas,Aku yakin Aku akan mencintaimu lebih dari kemarin" dia mulai menangis dan memohon segera Aku masuk kamar dan kukunci pintu.terserah Mira mau pulang atau mau tidur dimana.orang tuaku pun sudah masuk kamar daritadi.hanya ada adik bungsuku yang masih asik main game diruang keluarga Malam itu anak2ku tidur sangat nyenyak disampingku.jam menunjukkan pukul 3.30 bergegas Aku keluar kamar dan segera mandi.Aku ingin shalat ied di masjid jami' dipusat kota,aku harus berangkat subuh supaya dapat tempat didalam masjid. "mau kemana mas sudah rapi?"suara perempuan mengagetkanku " kenapa kamu masih disini,tidur dimana kamu semalam"mataku melotot menatap Mira yang masih berada dirumah ini *Aku tidur dikamar tamu mas,Aku ingin dekat denganmu.aku Mohon mas.beri Aku kesempatan mendekatimu lagi,Aku Akan menjadi istri yang jauh lebih baik lagi untukmu jwb Mira "tidak perlu"jawabku sembari Aku berjalan cepat dan berangkat shalat ied damai sekali hati ini berada di masjid nan megah ini. "Ya Allah hari kemenangan tiba,trimakasih engkau masih memberiku kesempatan bersujud kepada-Mu di hari mulia ini" sujud syukur kupanjatkan doaku jam menunjukkan pukul 8.45 ketika Aku sampai dirumah ibuku.anak2ku sudah rapi dan cantik sekali menungguku diruang tamu.mereka shalat ied bersama kakek neneknya dimasjid dekat rumah tak kujumpai mantan istriku.syukurlah,Aku tidak ingin suasana hari ini jadi tidak nyaman karena kehadiran ya ditengah keluargaku "Pak,tadi Ibu pamit kerumah mbah putri untuk sungkeman.apa Kita nanti juga kesana Pak?" Tanya Fani "Insyaallah sayang,setelah semua disini selesai ya" jwbku hubunganku dengan mantan mertuaku memang masih baik.aku ingat betul bagaimana beliau menangis saat tau putri satu2nya berbuat serong. setelah acara sungkeman dan saling maaf-maafan,Kami sekeluarga menikmati hidangan khas idul fitri.suasana hangat terasa sekali. "Fida fani kalian panggil apa ayah tirimu" celetuk kakak tertuaku.dia memang ceplas ceplos dan sangat membenci Mira sejak kejadian itu "mama memaksaku memanggilnya papa,Bude"jawab Fida "mama? ganti suami ganti panggilan ya"sinis kakak ku kupelototi kakakku.dia malah tertawa.memang sebenci itu dia pada Mira tapi janganlah memojokkan anakku "Maaf ya Fida fani Bude emang masih gregetan sama perempuan itu" kakakku mengulas senyum tipis "tidak apa2 Bude aku juga belum bisa menerimanya sebagai ayah tiriku.bapakku cuma 1 Tristan"jawab putriku Fida sembari memelukku. Fida sekarang sudah mau masuk SMU jadi sedikit banyak sudah tau masalah orang tuanya Siang itu banyak kerabat yang datang.sampai sore hari masih ada saja yg datang.terpaksa kuurungkan niatku kerumah mantan mertuaku. keesokan hari,pagi2 sekali Aku sudah bersiap bersama putriku untuk pergi kerumah mbah putrinya,karena siang teman2 ku akan berrkunjung kerumah jadi kusempatkan pagi ini kesana sekalian mengantar anakku mau menginap dirumah mbahnya "assalamualaikum....Mohon Maaf lahir batin bu..."sembari kucium punggung tangan mantan mertuaku "maafkan Ibu nak tidak bisa mendidik anak Ibu" sahutnya dengan sesenggukan "sudahlah bu,Aku sudah ikhlas Ibu juga harus ikhlas menerima menantu baru ibu.memang sudah begini takdirnya bu" jwbku lembut "tidak bisa Aku tidak sudi menerimanya.laki2 kurang ajar dia"sahutnya sembari melirik Mira yang duduk terdiam disampingnya ya keluarga besar mantanku memang tidak menerima laki2 itu masuk dikeluarga mereka.mungkin itu juga yang membuat Mira tertekan sehingga berpikir mau kembali padaku. 30 menit Aku berada dirumah mantan mertuaku lalu Aku pamit karena teman2ku sudah akan datang kerumah ibu. "bapak kerumah nenek dulu ya nak,teman2 bapak sudah mau sampai"ucapku sembari mengecup kening Dan pipi kedua putriku "iya Pak,tapi nanti Aku tidur dirumah bapak lagi ya"pinta fani "siap sayang nanti sore bapak jemput ya"jwbku sesampai dirumah Ibu teman2ku sudah datang Dan menikmati hidangan yang disediakan ibuku sejak Aku bercerai semua tamuku Di Hari idul fitri memang kualihkan kerumah ibu Malam hari saat Aku dan anak2 bersiap tidur Fida bertanya padaku" bapake tak bisakah bapak memaafkan Ibu dan kalian bersatu lagi,setiap hari Ibu menangis ingin kembali menjadi istri bapak" "sayang,ibumu sudah menjadi istri orang.kalau bapak menerima ibumu kembali apa bedanya bapak dengan laki2 itu,perusak rumah tangga orang"jwbku "ibumu sudah melakukan kesalahan dengan bapak,jangan sampai sekarang melakukan kesalahan yang sama kepada suami baru nya.ibumu sudah melukai hati bapak jangan sampai dia melukai hati orang lain lagi"kucoba memberikan pengertian pada putriku "Aku ngerti Pak semoga Ibu juga bisa mengerti.selama kami tinggal bersama mereka sering sekali bertengkar sampai Ibu menangis Pak" cerita Fida tapi Aku hanya terdiam Aku memang sudah tidak mau tahu apapun tentang mantanku terlebih tentang rumahtangganya tak lama Fida pun tertidur menyusul adiknya yang sudah terlelap dari tadi Aku keluar kamar,kubuka selulerku.ada pesan masuk dari Mira "mas malam ini Aku tidur dirumah ibuku...besok pagi Aku kerumahmu akan kumasakkan kare kesukaanmu" ingin rasanya kuabaikan pesan itu tapi Aku juga ingin Mira tahu bahwa dia sudah tidak lagi diharapkan dirumah ini kubalas pesannya "Kamu tidak perlu masak untukku,masaklah untuk suamimu.jika dulu kamu tidak bisa menjadi istri yang baik untukku maka sekarang jadilah Istri yang baik untuknya.jangab kau tambah lagi dosamu karena 2x tidak menghargai suamimu" terkirim sekilas kulihat Mira masih membalas pesanku tapi kuabaikan.aku memilih beranjak tidur. ting tong. .ting tong Bel rumah terus2an berbunyi.kuintip dari jendela. Mira.... perempuan itu berdiri didepan pintu membawa kantong2 plastik sepertinya belanjaan dari pasar kubuka pintu nya,Mira segera masuk. "Aku belanja banyak mas,Aku ingin masak yang istimewa untukmu dan anak2"katanya sambil berjalan menuju dapur "anak2 masih tidur.aku pergi kerumah ibu"sahutku tanpa menoleh padanya "pulang jam berapa mas,Kita makan sama2 ya"sahut Mira "Aku tidak akan pulang kerumah ini selama kamu berada disini juga"jawabku sembari kuayunkan langkah ke garasi dan segera kulajukan motorku kerumah ibu lebih baik Aku disini daripada timbul fitnah.sebal rasanya pada Rey laki2 yang hanya diam melihat istrinya terus2an mendatangi mantan suaminya ting 1 pesan masuk dari Mira hanya k****a dari notifikasi tanpa membukanya "Aku Akan tetap menunggumu mas" kuacuhkan pesan itu kujalani hari2ku dirumah ibuku sesekali saja Aku menjenguk anak2ku dirumah Ku Aku tetap pada keputusanku selama Mira berada disana Aku akan tetap dirumah ibuku seminggu berlalu tiba2 Fida menelfonku "bapak,Ibu pulang kerumah mertuanya.bapak pulang ya temani Kami"terdengar suara anakku disebrang Sana "iya sayang,setelah latihan bapak pulang kesana ya"jwbku syukurlah Mira sudah pulang kerumah dimana dia harusnya berada sesampai dirumahku sore itu.aku segera bersiap2 membawa anakku makan diluar.saat Aku mengambil air dingin di lemari es,sekilas nampak kotak2 makan tertarta rapi berisi makanan tapi Aku tak menyentuhnya sama sekali "Ayo nak Kita makan diluar,udah menjelang waktu makan malam ini"memanggil anak2ku "Ibu ada masak banyak di simpan dikulkas tinggal dipanasin Pak."ujar Fida "ah bapak pengen diluar sama anak bapak" sahutku "ya sudah ayo dek kita ganti baju"mengajak fani segera bersiap anakku yg sulung Fida dia memang sudah dewasa,dia sangat mengerti bagaimana bapak nya sudah tidak mau menyentuh apapun yang ibunya berikan termasuk kado ultah yang dia kirimkan setahun yang lalu saat Aku ulang tahun setelah makan malam Aku bawa anakku mampir kerumah ibuku sebentar. "Tristan....kemarilah kenalkan ini teman kakakmu....Dewi namanya" Kata Ibu Aku bersamalan dengan perempuan yang duduk disamping Ibu itu.usianya sepertinya lebih tua dariku.kakakku nomor 2 yang duduk berdampingan dengan istrinya terlihat menyunggingkan bibirnya "Tristan,Dewi ini temanku sekolah.dia sudah menjanda lama karena suaminya meninggal.anaknya 2 sudah kuliah dan SMU"ujar kakakku to the point sekali tanpa basa basi Aku hanya mengangguk.aku sudah tau kemana arah pembicaraan ini.bukan yang pertama kali keluargaku mencoba mengenalkan Aku dengan perempuan.mereka berharap Aku segera menemukan jodohku.menduda selama hampir 3tahun bagi mereka sudah sangat lama.tapi Aku masih belum tertarik menjalin hubungan lagi.aku Masih menikmati kesendirianku tak dipungkiri sesekali terlintas Aku menginginkan hadirnya anak kecil dirumahku.mungkin Karena saat itu Aku merasa kehilangan 2 anakku yang dibawa kabur mantan istriku keluar pulau.entahlah memang pikiran tentang anak kecil sering sekali muncul tapi Aku juga tidak tahu apakah pada akhirnya Aku akan menikah lagi atau tidak "bapak,fani ngantuk.mau bobo"putriku fani bergelayut manja di pundakku,membuyarkan lamunanku sekaligus menolongku untuk segera keluar dari situasi perjodohan ini "iya sayang,Ayo Kita pulang ya nak.panggil kakakmu"jwbku segera saja Aku bangkit dan berpamitan pada semuanya. "Tristan,lain kali kuajak Dewi main kerumahmu ya"ucap kakakku apa2an bang Tomi ini batinku.tapi kusunggingkan senyum dan basa basi kujawb "silahkan,bila Aku ada waktu kosong" sesampai dirumah dan bersih2 badan.fani cepat sekali tertidur.tinggal Aku dan Fida duduk diruang tengah menikmati coklat hangat "Pak,Ibu yang tadi dirumah nenek mau dijodohkan sama bapak ya"tiba2 Fida bertanya "entahlah nak,hanya dikenalkan saja kan itu temannya pakde" "Pak,Fida dan fani belum siap kalau bapak menikah lagi.ibu sudah nikah,kami gak pengen ada orang baru lagi dihidup kami Pak"ujarnya seraya menunduk Aku sangat memahami luka batin anakku.kehadiran laki2 itu dikehidupan Ibu dan bapknya sudah menggoreskan luka dihati mereka "bapak juga belum kepikiran menikah lagi kok nak,saat ini bapak hanya mau konsentrasi memperbaiki diri"jawabku "makasih ya pak,mungkin suatu saat nanti Fida siap punya Ibu tiri tapi belum sekarang Pak"jawab anak sulungku ini kupeluk erat anakku yang kutahu hatinya sangat terluka dengan perceraian orang tuanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN