bc

Maaf Om, Karena Cintaku Menyusahkanmu

book_age18+
252
IKUTI
1.3K
BACA
second chance
drama
multi-character
others
cruel
naive
like
intro-logo
Uraian

Reyna Saraswati Pradipta jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Hans Alexander Wijaya, teman dari pamannya Anjas Birawa. Rentang usia yang begitu jauh dan status Hans yang sudah mempunyai kekasih tak mengendurkan niat Reyna untuk terus berjuang mendapatkannya. Hingga saat usaha Reyna untuk melindungi Hans disalah artikan oleh pria itu membuat Reyna terluka dan memilih pergi.

Tali takdir yang mengikat mereka berdua tak bisa membuat Reyna bertahan. Ia memilih melepas simpul tali yang mengikat Hans dan pergi dengan tali yang melilit dirinya sendiri. Tali yang mampu menopangnya untuk tetap berdiri kokoh. Namun tali takdir pun tak berpihak padanya meskipun sudah ia genggam dengan erat. Tali itu terurai dan terlepas membuat Reyna berkubang dalam penyesalan dan rasa bersalah.

Enam tahun kemudian Reyna kembali pada keluarganya dalam keadaan yang tidak utuh. Karena kepiawaiannya dalam bersandiwara tak ada orang yang menyadarinya. Tekanan demi tekanan yang ia dapatkan dari orang yang menjadi sumber kesakitannya di masa lalu membuatnya tak bisa mengontrol diri. Saat semua terungkap hanya penyesalan yang mereka semua rasakan. Terlebih untuk Hans, si pembuat luka. Mengemis maaf dari Reyna adalah hal terakhir yang bisa dilakukannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Aku berada di sebuah kebun bunga yang begitu indah. Bahkan sekarang aku berada di bawah pohon sakura yang berbunga dan sesekali burguguran dan tersangkut dirambutku. Sakura? Bukankah bunga ini tumbuh di Jepang? Tapi aku sangat yakin bahwa aku sedang berada di tanah kelahiranku, Indonesia. Ku amati guguran bunga sakura yang ada di genggamanku. Hi...hi...hi... Aku mendengar tawa anak kecil yang tak asing bagiku. "Reihan? Reihan!" Kupanggil pemilik suara itu sambil berjalan diantara tanaman bunga yang membentuk labirin. "Ayo cari aku!" Suara itu semakin menjauh membuatku panik. "Reihan! Kamu dimana?" Hi...hi...hi... Suara itu semakin terdengar samar membuatku semakin panik bahkan air mataku mulai menganak sungai.Aku berlari menyusuri labirin bunga itu dengan sesekali menyeka air mata dengan punggung tanganku. Karena tak memperhatikan langkahku tak sengaja kakiku tersandung bongkahan batu yang membuatku jatuh terduduk. "Reihan! Reihan!" Teriakku memanggil anak kecil yang terkikik tadi tapi tak ada sahutan sama sekali membuatku terisak. "Reihan...jangan tinggalkan aku!" Aku meratap disela tangisan. Tak ada seorangpun di sini yang terdengar hanya suara isak tangisku. Sebuah tangan mungil mengusap puncak kepalaku yang tengah menunduk. Seketika tangisanku terhenti. "Reihan? Kamu datang? Jangan tinggalkan aku lagi ya, Sayang?" Aku meraih tubuh mungilnya dan sesekali mengecup wajahnya. "Rei harus pergi. Don't be sad. I love you..." Anak kecil itu melepaskan diri dari pelukanku lantas berjalan mundur dengan melambaikan tangan dan senyum manis yang menghiasi bibir mungilnya. "No...don't leave me! Reihan! Reihan!" Aku terus meraung memanggilnya yang semakin jauh dan terlihat samar hingga hilang dari pandanganku. "Reihan!" Aku terbangun dengan peluh yang membanjiri kening dan leherku. Mimpi ini terasa begitu nyata. Kuraih segelas air putih yang berada di nakas dan meneguknya hingga habis. "I love you too, Reihan," bisikku lirih. Setelah mengucapkan kalimat itu aku segera bangkit dari tempat tidur untuk mengabadikan pertemuanku dengan Reihan yang telah tumbuh semakin besar andai dia tidak meninggalkanku 3 tahun lalu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
65.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook