"Karena.. karena kamu daddy nya," cicitku takut- takut. "Oh ya? Kamu yakin itu bukan anak Joe, si fotografer itu?" tanya Hans dengan smirk tersungging di bibirnya. "Bukan!" bantahku. "Kumohon jangan tolak anakmu Hans. Kamu boleh menolakku tapi jangan menolak anakmu karena kamu akan menyesal nanti," aku menatap Hans dengan mata berkaca- kaca. Hans masih diam saja mendengar pernyataanku barusan. Entah apa yang dia pikirkan kali ini aku tak bisa merabanya. "Mungkin caraku kemarin salah. Aku menemuimu dengan berperilaku seperti j****g tapi sungguh bukan itu maksudku," aku terisak membuat Joane mengeratkan pegangannya pada kakiku. Aku tahu dia ketakutan tapi aku harus melakukan sandiwara ini untuk mengambil hatinya kembali. "Kupikir kamu masih seperti dulu yang suka wanita seksi dan menggo
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


