❤❤❤❤❤ Pukul delapan malam Danar berpamitan untuk pulang setelah bermain sebentar dengan Sadaan sebelum balita itu kembali terlelap. "Aku pulang dulu. Kamu masuk gih," ucap Danar pada Uli ketika ia mengikuti langkah kaki Danar sampai keluar. Uli mengangguk. Ia tidak menyangka Danar akan semakin bersikap manis padanya seperti ini. "Hati-hati! Nggak usah ngebut. Kabarin aku kalau udah nyampe." Danar mengembangkan senyumnya ketika mendengar perhatian Uli padanya. Ia tidak tahu kenapa perasaanya sebahagia ini hanya karena perhatian sekecil itu dari perempuan yang sampai saat ini hanya ingin ia manfaatkan saja. Tidak ingin terlalu larut dengan perasaan yang tidak jelas itu, Danar memutuskan langsung meninggalkan rumah kakak sepupunya itu. Sementara itu Uli kembali masuk ke dalam rumah m

