Banyu tiba di kantor dengan perasaan bahagia. Entahlah, baginya sulit untuk mengungkapkan itu semua dalam sebuah kalimat. Gemintang tepatnya telah menjadi istrinya, miliknya seutuhnya, tidak ada lagi kekhawatiran yang akan menghinggapinya. “Wuah pengantin baru,” sapa Hisyam saat masuk ke dalam ruangan Banyu. Banyu mengirimkan pesan lewat sekretarisnya untuk memanggil Hisyam guna melaporkan perkembangan perusahaan sejak dia mengambil cuti beberapa hari. Dia yakin Hisyam akan melaksanakan tugas itu dengan baik dan bertanggung jawab. Tetapi Banyu, hanya ingin sekedar bertukar pikiran mengenai langkah apa yang harus dilakukakn ke depannya agar perusahaan tetap stabil di tengah gempuran perusahaan China yang tengah mendominasi Indonesia dan juga dunia. “Ya gitu deh, udah ada yang kelonin,” ja

