“Akhh...” “Dokter...” “Aku...” Ill mendesah dengan wajahnya yang nampak begitu menikmati apa yang sedang kami lakukan sekarang ini. Ia sudah sangat pasrah dengan tubuhnya yang menerima hujaman dari tubuhku yang tak henti-hentinya menghentak-hentakan milikku pada miliknya, harus aku mengelukarkan s****a terbaikku agar bisa membuat janin hebat di dalam rahimnya. “Hhh...” “Sayang” Semakin kuperdalam milikku di setiap dorongan yang kulakukan, Ill sampai terlihat menggigit bibirnya, bahkan tangannya mencengkram kuat tanganku karena apa yang sedang kukerjakan di atas tubuhnya. “Ahh dokter, aku sudah...” “Aku sudah tak tahan....” Ungkapnya yang terdengar sampai harus dengan bersusah payah. Dan karena aku tahu kalau tak lama lagi ia akan segera mendapat puncaknya. Hingga kuraih

