Ill terus memandangku, dengan senyumnya yang tak kendur di wajahnya itu. “Ill jangan lupa berkedip” Ingatku sampai begitu kepadanya, karena sungguh aku sedikit takut kalau matanya itu jadi memerah, karena terus saja di pakainya menatap kepadaku. Tapi Ill hanya mengabaikan ucapanku, malah ia jadi membawa matanya menatapku lebih dalam dengan jarak yang ia buat lebih dekat sekarang ini. “Hhh jangan lupa basahi bibirmu juga Ill” Tambahku, baru pertama kali kulihat orang dengan rekor tersenyum selama dirinya. Membuatku takut kalau bibirnya yang pasti sudah terasa lebih kering itu sampai jadi robek. Dan yang kuherankan apakah pipinya tak pegal terus memasang senyumnya begitu. “Kalo gitu basahin” Dan lihat dia, malah menjawabku seperti itu. “Tchh kamu ini yah...” Sepertinya Ill be

