Kanaya P.O.V Tok! Tok! Tok! Mataku mengerjap tatkala mendengar suara ketukan pintu yang berulang kali berbunyi dari pintu kamar ku. Dengan perlahan, aku berjalan untuk membukakan pintu dan akhirnya terlihatlah Delilah dengan senyuman manis di wajahnya. "Nay, tadi ada orang nganterin makanan buat kita. Ayo sarapan dulu!" ajaknya. Akupun menuruti permintaannya, kami mulai berkumpul di dapur bersama Delilah. Kami berbagi makanan itu bersama-sama. Sesekali kami bertukar cerita, Delilah pun turut menceritakan alasannya memilih pekerjaan sebagai penghibur di club malam. Ternyata memang benar, kadang ada beberapa orang yang tidak diberikan kelebihan ekonomi namun diberikan kelebihan lainnya. Seperti teman kost ku ini, dia memiliki keluarga yang terbilang cukup lengkap namun lemah di kondisi

