90. Pendekatan

1064 Kata

Ihsan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, agak gugup juga hanya berduaan dengan Umami yang sebelumnya mereka tidak tergolong akrab dan hanya bertemu selama beberapa kali. Karena Ihsan tidak tahu arah jalan menuju pesantren, diapun mau tak mau harus bertanya pada Umami. "Belok ke mana? " tanya Ihsan canggung. "Kiri, setelah itu tinggal lurus saja, " jawab Umami sama - sama gugup. "Umami, kenapa kita berdua jadi aneh begini ya? Apa karena kamu juga merasa kalau Bos Dimas dan Fatwa sengaja mendekatkan kita? " tanya Ihsan nekat dari pada terus memendam perasaan tidak nyaman. "Jadi kamu juga sudah tahu ya, bagaimana ini ya? Aku sendiri jadi tidak enak padamu, " jawab Umami. "Kenapa kita harus saling sungkan dan tidak enak? Jika dipikir - pikir kita berdua punya hak untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN