55. Kepergian Sosok Sahabat

1695 Kata

Tepat Adzan luhur Fatwa dan Dimas bangun karena suara tangisan Aurel. "Kamu sholat lah, nanti gantian aku. Setelah makan siang kita segera ke rumah sakit, " ucap Dimas yang sangat tahu pikiran istrinya. Fatwa beranjak dan mengecup pipi suaminya sebab merasa berterima kasih sudah perhatian seperti itu. Fatwa bersemangat wudhu, sholat. Kemudian gantian merawat Aurel sembari Dimas sholat. Setelah itu Fatwa menyerahkan Aurel pada pelayan dan dia menemani sang suami makan siang. Pernikahan Fatwa yang kedua memang begitu manis, tidak ada ujian dari orang tua juga tidak kekurangan suatu apapun. Fatwa sangat bersyukur dan berharap apa yang dimilikinya tidak akan pernah hilang. Tepat pukul tiga sore semua nya sudah selesai, mereka bersiap - siap untuk ke rumah sakit. "Apa ada yang ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN