Esok harinya setelah sholat subuh Fatwa dan Dimas dikagetkan oleh suara teriakan Ihsan. Mereka langsung keluar dan menyuruh salah satu pelayanan menjaga Aurel. Kemudian mereka masuk ke kamar Ihsan. "Ada apa? " tanya Fatwa. "Lisa pingsan dan ada darahnya, " jawab Ihsan gugup. "Ayo kita segera bawa dia ke rumah sakit! " sela Dimas. Dimas langsung berlari menyiapkan mobil, sedangkan Ihsan mengangkat Lisa keluar. Darah yang begitu banyak menetes ke lantai seperti gerimis hujan. Fatwa juga syok melihat hal itu, tubuhnya sampai gemetar tidak karuan membayangkan hal - hal yang buruk. Fatwa lalu menyusul keluar, tetapi Dmas langsung menolaknya. "Kamu d rumah saja menjaga Aurel nanti akan aku kabari ya. Tenangkan dirimu dan banyak berdoa semoga Kisah baik - baik saja, " kata Dima

