Dalam waktu beberapa bulan butik Umami sudah mulai berkembang dan cukup ramai. Karena memang yang dijual barang bagus tetapi dengan harga terjangkau. Dari luar Fatwa sudah bisa melihat Umami yang tengah melayani para pembeli dengan senyuman ramah. "Sepertinya sekarang dua sudah bahagia, " batin Fatwa. "Assalamu'alaikum, " sapa Fatwa. "Wa'alaikum salam. Eh Fatwa, kamu sendirian saja? " balas Umami. "Dianterin sopir, " jawab Fatwa tersenyum manis. "Aurel dan Bastian tidak kamu ajak? Aku rindu mereka, tapi aku juga terlalu sibuk sampai tidak sempat mengunjungimu, " tanya Umami. "Mereka berdua sudah sejak pagi itu dijemput oleh kakak dan nenek mereka, makanya siang ini aku bisa kemari, " jawab Fatwa. "Sudah lama kita tidak bertemu, kamu semakin subur saja, " canda Umami. "Maka

