Fatwa mengemasi barang miliknya dan Aurel, dia tidak begitu fokus sebab sikap Dimas tadi agak aneh. "Kemarin dia lembut padaku, tetapi pagi ini dia tampak menahan amarah. Apa dia tahu jika semalam Bian menelpon aku?" "Mana aku tahu, aku tidak kenal dengan Dimas. Sudahlah kamu tidak perlu berpikir banyak, intinya bahagiakan dirimu sendiri. Ibu hamil wajib bahagia. Setelah kamu pindah sering - sering lah main ke sini ya, " jawab Lisa. "Iya," jawab Fatwa mencoba tersenyum. "Lisa, di samping rumah masih ada tanah beberapa meter. Bagaimana kalau dibangun bangunan lagi? 1 kamar kalau Fatwa dan Aurel menginap di sini dan selebihnya ruangan yang luas bisa buat tempat bersantai atau bermain anak - anak nanti? " sela Ihsan. "Wah, ide kamu baik. Tapi kalau uangnya menipis sebaiknya nanti saj

