Selesai makan, Dimas menatap istrinya dengan pandangan yang penuh arti. "Istriku, ayo bantu aku menyiapkan baju kerja, " pinta Dimas. "Aku tidak percaya hanya sesederhana itu, " jawab Fatwa curiga. "Kamu memang istriku yang paling pengertian, " balas Dimas tersenyum menggoda. Sebagai istri yang taat, tentu saja Fatwa mengikuti suaminya menuju ke kamar. Mumpung Bastian sedang tidur dan Aurel bermain sepeda di halaman rumah. Fatwa menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Dimas, dan mempermainkan hidung suaminya yang mancung nanti indah itu. "Katanya sebentar lagi mau berangkat kerja, kalau kelelahan bagaimana? Bisa - bisa malam tidak bisa bangun dari tempat tidur, " canda Fatwa. "Makanya, biar aku tidak kelelahan pagi ini kamu yang bermain dan aku yang menikmati, " jawab Dimas tak k

