64. Seindah Embun Pagi

1073 Kata

Dimas pagi sekali sudah terbangun, dia tersenyum cerah dan penuh semangat. Sudah sejak lama sekali dia menahan hasrat dan semalam baru tersalurkan. Bagaimana tidak bahagianya dia? Jika menikahi janda rasa perawan. Dimas memang berani mengakui jika Fatwa meskipun sudah beranak dua tetapi bentuk tubuh nya memang masih seperti gadis remaja. Kemudian Dimas beranjak dari tempat tidurnya, begitu di lirik daster bagian bawah sang istri menyingkap ke atas sehingga menampakkan paha yang mulus dan putih. Seketika jiwa Dimas bergejolak lagi. "Astaga, sungguh aku menginginkannya lagi, " batin Dimas. Dimas baru saja ingin memeluk Fatwa, kemudian muncul Aurel. "Papa... " rengek Aurel. Dimas langsung tersenyum malu sendiri, untung dirinya belum melakukan hal yang intim itu. "Ada apa, sayang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN