63. Pernikahan Kedua

1134 Kata

Tiga bulan kemudian keadaan mulai membaik. Fatwa sudah sehat dan Aurel juga sudah beradaptasi dengan adiknya. "Aurel, kamu makan siang dulu ya?" bujuk Fatwa. "Iya, Bunda. Aurel juga mau nyuapin adek, " jawab Aurel. "Adek baru 3 bulan, belum boleh makan. Nanti kalau sudah enam bulan, " balas Fatwa. "Benar, dulu Aurel juga begitu, " balas Dimas yang baru saja muncul. "Loh, kok sudah pulang?" tanya Fatwa kaget. "Tidak bolehkah aku merindukan istri dan anak - anakku? " tanya Dimas menggoda. Fatwa segera membantu suaminya untuk meletakkan tas kerja, tetapi Dimas langsung menolak. "Aku bisa sendiri, lebih baik kamu urus anak anak saja. Aku akan ganti pakaian lalu bantu kamu. " Fatwa tersenyum, betapa bahagianya memiliki sosok suami yang perhatian dan baik. Tidak lama kemudian D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN