Dimas menjambak rambutnya sendiri saking frustrasinya. Dia begitu membenci dirinya sampai ingin bunuh diri. Akan tetapi mengingat Arisa maka dia takut, takut dosa dan kelak di surga tidak akan bisa bertemu lagi. "Arisa wanita yang suci pasti masuk surga, jika aku bunuh diri tentu saja aku akan masuk ke neraka," batin Dimas. Sebenarnya dulunya Dimas juga tidak terlalu percaya adanya Tuhan, akan tetapi sebab rasa cintanya terhadap Arisa sedikit demi sedikit sang istri membimbing dirinya untuk hijrah. Hanya saja, imannya masih belum terlalu kuat. Terkadang saat ada acara dengan teman - teman kerjanya dia belum teguh untuk menolak ketika diajak minum sampai mabuk. Kalau sedang rapat sampai lupa sholat. "Mulai detik ini, aku tidak akan menyentuh apalagi sampai meminum barang laknat itu. Pert

