17. Tuan Dimas

1138 Kata

Sesampainya Dimas di rumah, apa yang dia khawatirkan terjadi juga. Lucia tengah menunggu di ruang tamu dengan amarah yang besar. "Mana Aurel?" tanya Lucia. "Kamu tidak perlu tahu!" jawab Dimas dingin. "Dia putriku, aku yang sudah melahirkannya. Bagaimana mungkin kamu membawanya pergi dariku?" pekik Lucia mulai emosi. "Bagaimana rasanya hah? Kamu juga membawa Aurel pergi tanpa izin dariku. Sekarang aku tanya, apa maksud kamu membawa Aurel pulang ke orang tuamu beserta seluruh barang - barangnya?" "Apa kamu tidak merasa bersalah padaku? Kamu hanya menginginkan Aurel, bukan aku," keluh Lucia. "Lucia, kamu seharusnya sadar jika apa yang terjadi di antara kita adalah sebuah kecelakaan. Jadi kamu jangan berharap lebih dariku, aku juga sudah mencoba sebisa mungkin," kata Dimas jujur dan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN