23. Jeruji Tahanan

1023 Kata

Fatwa menjerit frustrasi, ketika diberi pilihan yang begitu sulit. Dia sangat sedih kenapa takdir kehidupan mempermainkannya seperti ini. "Nyonya Lucia, kenapa Anda begitu kejam? Aurel masih kecil dan Nyonya Arisa begitu baik mau berbagi suami. Coba wanita lain tidak akan mungkin rela dimadu," bujuk Fatwa. "Tutup mulutmu! Aku tidak pernah meminta belas kasihan Arisa. Memang dia dia pikir dia siapa? Kalau sejak awal tidak ada dia pastinya Mas Dimas akan memilihku. Dan Fatwa, aku tahu hubunganmu dengan Bian. Jangan pernah bermimpi! Status kalian sangat berbeda. Dalam hitungan kelima, jika kamu tidak mendorong Arisa ke bawah maka Aurel yang akan aku lepaskan. Bayangkan saja bayi seimut ini jatuh dari lantai dua?" ancam Lucia tertawa jahat. "Tidak ... Jangan..." Teriak Fatwa. Sedangkan Ari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN