22. Kejahatan Lucia

1036 Kata

Sudah hampir sebulan Fatwa tinggal di Vila dengan baik. Apalagi Dimas ke luar negeri dan membuat dia bisa leluasa untuk belajar agama lebih dalam dengan Arisa. Bian juga sering datang memberikannya semangat agar bisa semangat memulai semua dari nol. Siang ini Aurel sudah tidur, Fatwa berniat ingin ikut tiduran tetapi ingat kalau ada barang milik Aurel yang belum dirapikan. Kemudian dia melihat Nyonya pertamanya yang tengah melamun di di dalam kamar. Karena mereka memang sudah sangat dekat, Fatwa memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan meminta izin masuk. "Silahkan masuk, Ada apa Fatwa?" tanya Arisa lemas. Walau sudah tersenyum, tapi ketara sekali jika senyuman itu dipaksakan. "Nyonya kenapa melamun? Rindu Tuan Dimas ya?" tanya Fatwa iseng. "Tentu saja, besok kalau kamu sudah men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN