21. Dua Saudara

1017 Kata

Dimas begitu panik ketika melihat istrinya berada di depan. "Siapa yang aku peluk?" batin Dimas sambil melepaskan tangannya. Kedua matanya langsung melotot begitu tahu jika yang dari belakang mirip istrinya adalah Fatwa. Semakin cantik memang, tetapi tetapi saja yang bersungguh salah hatinya adalah Arisa. "Kamu kenapa memakai baju Arisa?" pekik Dimas. Fatwa menunduk, tidak berani berkata apapun. Sedangkan Arisa langsung mendekat. "Aku yang memberinya, masih bagus sayang kalau tidak terpakai. Lagian aku juga sudah tidak muat. Lihatlah, bukankah Fatwa tampak begitu anggun jika memakai jilbab?" bujuk Arisa sembari merangkul suaminya. "Kamu tidak marah kalau aku memeluk wanita lain?" tanya Dimas heran. "Kenapa marah? Aku tahu kamu hanya salah sangka saja karena Fatwa memakai bajuku. Sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN