Dimas sudah dua hari tidak menemui Aurel. Setiap kali dia hendak ke sana, sampai pertengahan jalan dia memutar arah lagi karena selalu teringat kecelakaan yang menyebabkan dia berciuman dengan Fatwa. Dimas sangat mencintai Arisa, sehingga dia begitu merasa bersalah dan takut menghadapi penyesalan dirinya sendiri. "Mas, kenapa akhir-akhir ini kamu tampak uring - uringan gitu?" tanya Arisa yang selalu peka. "Aku rindu Aurel," jawab Dimas. "Ya tinggal ke sana kan?" balas Arisa heran. "Bagaimana kalau kamu tinggal di sana juga? Biar aku menghemat waktu perjalanan bolak balik. Kadang aku lelah juga setelah bekerja melakukan perjalanan jauh dengan motor." "Iya, Mas. Lagian aku juga sepi di sini, kalau di sana ada Fatwa aku bisa ada teman mengobrol," jawab Arisa langsung setuju. "Kita ke

