Fatwa bersama Aurel dan Bibiknya duduk santai di depan rumah, sambil menunggu tukang sayur l vsewat dan menyuapi Aurel. Kemudian kedua mata Fatwa tertuju pada buah mangga yang bergelantungan banyak, untuk memetiknya juga mudah sebab pohonnya pendek. "Bik, aku ingin sekali buah mangga itu," ucap Fatwa. "Masih muda, nanti saja Bubuk pesan ke tukang sayur biar besok dibawakan yang sudah matang," jawab Ibunya Lisa. "Tidak, Bik. Justru aku menginginkan yang masih muda," tolak Fatwa. Setelah selesai menyuapi Aurel, diapun menidurkan Aurel. Baru kemudian memetik beberapa buah mangga. "Hem… Kayaknya lebih enak kalau bikin sambal lotes," batin Fatwa. Diapun dengan semangat mengambil ulekan, garam, cabe dan gula jawa. Sambil memotong buah mangga dua sambil menyicipi dengan semangat. "Bik, ap

