Fatwa memeluk Aurel sambil meneteskan air matanya, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Karena tidak mungkin baginya untuk menggugurkan bayinya. "Ya Alloh, apa salah hamba? Kenapa hambamu ini selalu mendapat ujian bertubi-tubi. Baru saja hamba bisa mendapat kebahagiaan sudah ada batu sandungan lagi," batin Fatwa. Setelah Aurel benar-benar tertidur, diapun segera mengambil air wudhu dan sholat magrib. Dalam doanya dia meminta untuk diberi petunjuk agar masalah hidupnya segera teratasi. Kini, dia sadar jika tempat sebaik-sebaiknya untuk berteduh hanyalah kepada Alloh semata. "Ya Alloh, jika memang engkau sedang menguji iman hamba semoga hambamu ini selalu kuat. Namun, jika engkau menghukum hamba semoga hambamu ini bisa menerima dengan ikhlas. Hamba memohon agar engkau senantiasa mengampu

