48. Pernikahan dan Pertikaian

1321 Kata

Hari yang dinantikan tiba juga. Pagi ini tepat pukul sepuluh siang acara akad nikah Fatwa dan Dimas dilangsungkan di rumah baru mereka. Seperti permintaan Fatwa, hanya saudara dekat saja yang diundang dan juga acara sederhana. Begitu semua orang bilang sah, Dimas langsung mengecup kening istrinya dengan lembut. Fatwa yang tidak menduganya akan mendapat kecupan seolah terkena sengatan listrik aliran tinggi. Dimas menatap kedua bola mata Fatwa penuh kasih dan tersenyum manis. Akhirnya dia bisa menikah dengan Fatwa juga. "Aurel, sini" Panggil Fatwa untuk menutupi rasa groginya. Untung saja Aurel yang sedang di gendong oleh Teguh langsung berjalan menghampiri ibundanya. Kedua orang tua Fatwa sampai menangis, mereka sangat menyesal telah membuang Aurel yang begitu cantik dan lucu. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN