Pasangan Kekasih

1054 Kata

    “Devan…,” panggil Maya lirih seraya menatap pria pujaannya dengan tatapan sedih. Air matanya bahkan telah menggenangi bola matanya, namun secepatnya ia menarik napas dalam dan menenangkan hatinya. Bayangan masa lalu mulai berkelebat di matanya. Ketika ia sangat memuja Devan, menemani hari-hari pria itu saat adik dan ibunya meninggal, melakukan segala cara agar Devan membalas perasaannya, namun tetap sia-sia. Ia tak pernah bisa menempati ruang di hati Devan. Dengan sisa kepercayaan dirinya, ia berdiri, lalu keluar dari kantor Devan dengan langkah tergesa. Sementara Devan mengembuskan napas perlahan, lalu mengeluarkan ponsel dari kantong celananya yang dirasa bergetar dari tadi.     “Lama banget ngangkatnya sih?”     Devan tersenyum mendengar suara kesal gadisnya di seberang sana. Amar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN