Aca menggeliat dalam tidurnya, merasakan ada yang membelai pelan pipinya. Perlahan, ia membuka mata lalu dengan malu-malu menutup wajahnya dengan selimut, sedangkan Devan yang melihatnya tersenyum geli melihat tingkah gadisnya itu. “Abang kok pagi-pagi udah di sini?” tanya Aca masih di dalam selimutnya. Sungguh ia malu pada Devan. “Kenapa? Aku nggak mau karena kejadian kemarin, bikin hubungan kita beda. Aku mau kamu tetep jadi diri kamu sendiri, Dek.” Devan tak ingin berbasa-basi lagi. dia ingin semuanya jelas sekarang juga. supaya hatinya lega, dan tak ada lagi ganjalan dalam hati. Tiba-tiba Aca membuka selimutnya kasar dan mencebikkan bibir. “Siapa juga yang berubah sih, Bang? Aku biasa aja kok,” ucapnya lantang lalu mendorong tubuh Devan menjauh dan turun dari ranjang. N

