Devan Aku terkejut saat tiba-tiba pintu kantor Ethan dibuka dengan kasar serta teriakan yang hampir menulikan telinga. Aku yang sedari tadi hanya termenung menunggu kedatangan sahabat yang sudah lama tak kujumpai itu hampir mengumpat jika saja gadis itu tak berhenti berteriak. Kulihat ia menatapku lama dalam diam, seolah sangat terkejut melihatku. Bibirnya yang tipis dan merah merona terbuka cukup lama, bahkan sampai tak sadar saat Ethan mengambil map yang ada di tangannya, membuatku hampir tertawa. Ah gadisku. Yah, ia gadis manisku yang telah lama kutinggalkan, terlihat begitu berbeda dari terakhir kali aku melihatnya dua tahun yang lalu. Pipinya yang dulu bulat kini terlihat tirus. Badannya yang dulu agak berisi dan pendek, kini ramping dan tinggi. Kupikir ia tidak

