Devan Aku terdiam melihat gadisku dengan dress merahnya. Setahuku, ia tidak pernah pergi ke pesta jika tidak bersama orangtuanya atau Ethan. Tapi, yang kulihat sekarang ia dengan dandanan menornya sedang memasuki mobil Yona, sahabatnya. Acara apa? Aku mulai penasaran dan memutuskan untuk mengikutinya. Janjiku untuk bermain catur dengan Om Rudi harus kutunda dulu. Betapa terkejutnya aku melihat mobil Yona berhenti di depan sebuah kelab malam yang aku sendiri tak pernah memasukinya. Kulihat jam di tanganku sudah menunjukkan jam delapan malam. Perlahan, aku memarkirkan mobil agak jauh dari tempat mobil Yona diparkirkan. Sungguh aku benar-benar benci dengan suasana ini. Memasuki tempat yang penuh dengan wanita gila yang memamerkan tubuhnya dan bau alkohol yang dulu pernah sekali

