M a s C a p t a i n 20.30 wib. "Aaaa pak sakit jangan di masukin lagi hiks." "Gak sengaja tadi itu juga karena kamunya ga bisa diem." "Aaa pelan-pelan pak keluarinnya sakit!!" Arkan menghela napas, "kamunya diem jangan gerak-gerak." "Ah aaaaawh sakit banget pak! Yang lembut dong ngeluarinnya." Arkan menghentikan aktifitasnya, menatap Iona kesal bercampur malas, "kamu bisa diem gak? Jangan digoyangin nanti malah masuk lagi!" "Habisnya sakit pak!! Akh!! Huaa pak sakit hiks.." "Tahan, mau keluar gak?" "Mau pak ga tahan lagi, tapi sakit sshh akhh." Iona mencengkeram lengan Arkan sangat kuat saat pria itu mencoba mengeluarkan beling dari kakinya menggunakan jarum. "Lagian kenapa bisa jatoh teko nya?" Iona meringis sembari nyengir, "sshh saya gatau pak, waktu mau di taro eh peca

