29

1356 Kata

M a s C a p t a i n Pagi ini, Iona membantu bi Sumi memasak karena tidak ada jadwal kuliah dan juga untuk menyibukkan diri agar tidak bertemu dengan Arkan. Iona sekarang sangat sangat sangat canggung bahkan untuk sekedar bertatapan saja ia malu. Ah pak Arkan! Gue suruhnya gigit tangan kenapa malah gigit bibir sih! Lu pikir bibir gue apaan maen digigit-gigit aja? Tapi...kenapa semalem gue menghayati banget ya? Sampe ngebales lagi Bahkan...ngedesah ARRRGHHH! Sumpah Iona! Gue ga habis pikir sama otak lo! Iona refleks memukul-mukul kepalanya. "Non, non Iona kenapa?" Bi Sumi mengguncang bahu Iona saat melihat Iona bertingkah aneh. Iona tersadar, "hah? Eheheh gapapa bik." Ucapnya lalu menampilkan gigi ratanya. "Lebih baik non Iona duduk aja, biar bibi aja yang masak." Ucap bi Sum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN