M a s C a p t a i n "Iona!" Panggil Arkan. Iona tidak memperdulikan panggilan dari Arkan. Mood nya berubah menjadi sangat buruk saat Christi menuduhnya seperti itu. Iona berlari kecil menuruni eskalator yang berjelan, menerobos beberapa orang di sana. Arkan yang melihat itu, mempercepat langkahnya. "Tuh mulut seharusnya gue cabein! Kalo ngomong gak ngotak!" Gumam Iona dengan kesal. "Enak aja bilang gue hamil! Gue tuh nikah dijodohin bukan karena hamil! Sembarangan banget tuh cewek! Ughh! Seharusnya tadi gue tampar aja sekalian!" Gumam Iona lagi. Saat jaraknya dengan Iona sudah dekat, Arkan mencekal tangan sang istri. "Iona, berhenti" ucap Arkan Iona menoleh dengan terkejut, "lepas pak!" Ucapnya sembari menarik tangannya. Karena tarikan tangannya yang terlalu kuat, Iona tergelin

