64

1911 Kata

M a s C a p t a i n Iona terduduk lesu di sofa sambil menatap Arkan dengan sendu karena akan flight pagi ini. Arkan menoleh, ia terdiam. Mengambil langkah, Arkan menghampiri Iona lalu menarik sang istri ke dalam pelukannya. "Aku gak bisa ikut kamu...hiks.." Iona membalas pelukan Arkan, begitu erat. Karena perintah dari dosennya untuk wajib masuk, Iona terpaksa tidak jadi ikut Arkan ke Bali. "Gausah nangis." Arkan mengusap punggung Iona, menenangkannya. "Gabisa, ini udah nangis." Lirih Iona. Arkan terkekeh dan melerai pelukannya, lalu menyeka air mata Iona. Iona berdiri. "Bakalan kangen kamu.." Arkan mencium pucuk kepala Iona. Arkan hanya diam, tak tau harus berkata apa. Dirinya pun pasti akan merasakan hal yang sama, namun bagaimana lagi, Pilot sudah menjadi pekerjaannya. "Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN