M a s C a p t a i n -07.30 wib Arkan membuka pintu kamar lalu menghampiri Iona yang terlelap masih mengenakan mukena. "Iona." Ucap Arkan. Iona tidak merespon. Arkan mengerutkan dahinya, "Iona bangun. Kamu gak kuliah?" Iona tetap tidak merespon. Arkan kemudian duduk di tepi ranjang, tangannya terangkat untuk mengguncang pundak Iona. "Iona" Ucap Arkan lembut. "Engh" Lirih Iona sembari menggeliat. Iona kemudian membuka matanya. "Kamu gak kuliah?" "Kuliah kok" Ucap Iona dengan lemas sembari mengubah posisinya menjadi duduk di kasur. "Yaudah cepat siap-siap." Ucap Arkan. "Sshh! Pak, ini lagi gempa ya?" Ucap Iona sembari memegangi kepalanya. Arkan mengerutkan dahinya. "Enggak" "Tapi kok saya pusing sih, Pak?" Ucap Iona. "Kamu sakit?" Ucap Arkan lalu menempelkan punggung tanga

