50

2060 Kata

M a s C a p t a i n Cia menaruh sekantong plastik berisi cemilan serta tiga bungkus bakso beranak ke atas meja makan. Iona mendesah kasar lalu duduk di kursi makan, "males banget deh! Gue penginnya bakso malang, bukan bakso ginian." Protesnya. "Dibilang kang bakso malang gak ngider malem-malem gini bebeb," Cia gemas sendiri. Iona mengerucutkan bibirnya. "Siapa yang mau beli anjrot malem-malem gini masih ngider?" "Kyuntilanack maybe." Sahut Cia. Thea langsung mendekat ke Iona lalu duduk di samping Iona. "Lo ngomong yang bener dong! Ngaco mulu lo!" Cia mengerutkan dahinya, "lo,'kan nanya, ya gue jawab marpuah!" "Ish! Ya jangan mbak kunti juga kali!" Cia memutar bola matanya lalu melirik Iona, "lo mau bakso malang?" Iona mengangguk antusias. "Minta suami lo." Ucap Cia memberi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN