Keesokan harinya mereka lari pagi bersama mengelilingi kebun teh. Mereka berlari dengan posisi berpasangan. “Del, rumah itu ke atas lagi. Lu mau kesana?” tanya Milla yang lari paling depan bersama Dendi. Ia menoleh ke belakangnya dimana Adel dan Raka berada. “Kamu mau kesana?” tanya Adel. “Aku sih ayo aja kalau kamu penasaran,” seru Raka. “Kalian mau kesana juga?” tanya Adel. “Gue ayok aja, mumpung siang,” seru Rinrin. “Ya udah ayok deh. Gue juga mau kalau siang,” seru Milla. Mereka berenam pun berjalan menuju bangunan kosong peninggalan Belanda itu. Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, mereka pun sampai di tempat. “Wah masih khas bangunan Belanda,” seru Adel. Adel memang menyukai bangunan-bangunan klasik seperti ini. Dan menyimpan banyak misteri. Ia memang sangat menyukai

