Raka baru saja sampai di kantornya. Ia memasuki ruangan miliknya. Kantor yang tak begitu besar dan hanya memiliki dua lantai saja. Karyawannya pun belum begitu banyak. Perusahaan itu adalah peninggalan almarhum Ayahnya dan sempat gulung tikar. Perusahaan yang berjalan di bidang proferti. Kini Raka harus memulai kembali semuanya dari nol. Ia cukup kesulitan mencari investor untuk memperlancar usahanya itu. Ia juga sudah mengubah semua struktur juga bahan yang dulu di sediakan oleh ayahnya. Kini ia lebih memilih tema yang modern juga unik. Tetapi begitulah Namanya, tidak ada yang bisa langsung berada di atas. Semuanya harus di lakukan dengan kerja keras juga usaha. Raka sampai di ruangannya dan seorang Wanita ikut masuk ke dalam ruangannya. “Apa sudah ada telpon?” tanya Raka. “Masih belu

