Bara baru saja pulang ke rumahnya dan Desi langsung menyambutnya dengan senyuman lebarnya. “Kamu pasti Lelah yah,” seru Desi mengambil tas yang ada di genggaman Bara. “Lumayan,” seru Bara. “Dimana Arleta?” “Biasa, lagi sama Mama dan adikmu,” kekeh Desi. “Betah sekali. Bunda nya makin santai aja.” “Iya mau bagaimana lagi,” kekeh mereka berdua memasuki kamar mereka. Bara membuka kancing kemejanya satu persatu dengan tatapan yang tertuju terus pada Desi yang tengah menyimpan tas Bara di tempatnya kembali. “Des, apa kamu benar-benar ingin melanjutkan kuliahmu?” pertanyaan Bara mampu menghentikan aktivitas Desi. Ia pun menoleh ke arah Bara dengan ekspresi kaget. “A-apa maksud kamu?” tanya Desi. “Aku tanya apa kamu masih ingin menyelesaikan kuliahmu yang tertunda?” tanya Bara dengan ta

