Seperti biasanya Raka menjemputnya dari kampus. Hari ini Raka terlihat lesu dan tak bertenaga. “Ada apa?” tanya Adel saat sudah berada di dalam mobil. “Apa?” tanya Raka. “Mau mampir dulu untuk berjalan-jalan?” ajak Adel membuat Raka terdiam sesaat. “Baiklah.” Mereka akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di pusat kota. Mereka berjalan bersama menyusuri jalanan yang cukup ramai orang berlalu Lalang dan berbelanja di sekitar outlet di sana. Adel tau dan sangat memahami Raka. Ia sadar kalau Raka sedang tidak baik-baik saja. Ia memberanikan diri menggenggam tangan Raka membuat langkah Raka terhenti dan menoleh ke arah Adel. Adel menampilkan senyumannya. “Lebih nyaman berjalan sambil bergandengan tangan, bukan,” seru Adel membuat bibir Raka berkedut membentuk sebuah senyuman. “Ya, beg

