Adel membuka matanya dan kepalanya terasa begitu pening. Ia tidak tau dirinya sedang ada dimana. “Nak,” Mendengar suara itu mata Adel terbuka lebar dan menoleh ke sampingnya. “Papa!” Adel hendak bangun tetapi kepalanya terasa begitu berat. “Istirahatkan saja,” ucap Fram terdengar lemah menahan Adel untuk bangun. Adel baru menyadari kalau dirinya sedang berada di dalam ruangan rumah sakit. Fram menangkap tatapan Adel yang menatap sekeliling dengan kebingungan. “Kemarin ada seseorang yang membawamu ke rumah sakit dan menghubungi Papa,” ucap Fram. “Kemarin?” tanya Adel mengernyitkan dahinya membuat Fram mengangguk. “Iya, kamu sudah pingsan dari kemarin,” ucap Fram membuat Adel terdiam. “Kenapa?” tanya Fram membuat Adel menatapnya dengan perasaan bersalah. “Kenapa harus menyembunyi

