“Raka...” “Del, lu darimana saja, gue...” Ucapan Raka terhenti saat Adel begitu saja memeluknya dan menangis terisak. Raka mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ia mengusap punggung Adel untuk memberinya kekuatan. “Kenapa ujian ini seakan tak hentinya menimpa gue,” isak Adel. “Lu harus kuat, Del. Gue yakin lu wanita yang kuat, lu bisa hadapi ini semua. Gue akan selalu bersama lu, lu gak sendirian,” ucap Raka membelai kepala Adel. Damar berdiri dari kejauhan dan memperhatikan Adel dan Raka yang saling berpelukan. Ꙭ “Adel...” Panggilan itu membuat Adel menghentikan langkahnya yang sedang berjalan di lorong kampus, dan menoleh ke sumber suara. “Pak Damar,” seru Adel berdiri menunggu Damar yang kini berjalan mendekatinya. “Kamu sibuk?” tanya Damar. Adel menggelengkan kepalanya. “Tid

