Film pun telah berakhir. Adel terlihat tersenyum bahagia. Kemudian ia menoleh ke arah Raka masih dengan senyumannya. “Makasih yah,” seru Adel. “Buat apaan?” tanya Raka. “Makasih karena selalu menjadi orang yang paling mengerti gue,” seru Adel mengenggam tangan Raka. “Ka, gue seneng karena ada lu dan yang lain. Karena kasih sayang kalian dan dukungan kalian, gue bisa bertahan sampai sejauh ini,” seru Adel menundukan kepalanya dengan air matanya yang luruh membasahi pipi. “Ka, sebenernya gue udah sangat lelah,” seru Adel. “Biarkah gue-“ “Gak Del, lu gak boleh lelah. Sama sekali gak boleh! Gue gak akan pernah biarin lu pergi sampai kapanpun juga!” seru Raka dengan nada tegas. Raka menarik Adel ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. Air mata mereka sama-sama luruh membasahi pip

