“Ternyata lu di sini, gue cari lu kemana-mana,” seru Raka duduk di kursi taman tepat di samping Adel. Tanpa di sangka-sangka, Adel merebahkan kepalanya ke pundak Raka. “Lelah sekali rasanya,” gumam Adel. Mereka berdua menatap lurus ke depan. “Ka, kalau terjadi sesuatu sama gue. Gue titip bokap gue yah, tolong lu selalu tengokin dia,” seru Adel. “Lu gak akan kenapa-kenapa dan gak akan kemana-mana. Lu juga akan selalu jagain bokap lu,” seru Raka. “Gue harap begitu,” seru Adel. Raka mengambil tangan Adel dan membawanya ke dalam genggamannya membuat Adel mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Raka yang juga tengah menatapnya. “Lu harus terus berjuang dan tetap semangat, gue yakin lu bisa melewati masa-masa ini,” seru Raka. Adel tersenyum kecil dan sebelah tangannya yang tidak di gen

