Adel membuka matanya, ia melihat sekeliling ruangan dan ia ingat itu adalah kamar tempat mereka menginap. “Aduh, kepala gue,” gumamnya menjambak rambutnya karena rasa sakit. “Del, lu baik-baik saja?” tanya Raka. Kini Raka dan keempat sahabatnya sudah mengelilingi Adel. “Lu minum dulu,” seru Raka membantu Adel meminum air di dalam gelas. “Kepala gue,” keluhnya menjambak rambutnya dengan sangat kuat hingga air matanya menetes. “Nggak Del, lu gak boleh menjambak gini,” seru Raka memegang kedua tangan Adel dan berusaha melepaskan jambakannya. “Sakit....” ringisnya tak berdaya. “Awww...” Raka memegang kedua tangan Adel yang sudah terlepas dan menarik tubuhnya ke dalam perlukan Raka. “Sakit banget Ka,,,” gumam Adel hingga keringat keluar banyak sekali. “Gue, gue akan segera hubungi a

