Di kamar para pria, Raka terlihat berdiri di balkon kamar, menatap ke hamparan lautan luas di depannya dan keindahan pantainya. Angin berhembus menyejukkan tubuh. Entah kenapa bayangan Damar dan Adel yang sedang berpelukan tak pernah bisa pergi dari pikirannya. “Njirr... itu kolor gue!” teriak Jeta. “Enak saja, gue juga punya kolor warna begini,” seru Dendi. “Ah elah, jelas-jelas ukuran gue itu!” seru Jeta. “Badan kita sama kali, berarti ukuran kolor juga sama. Lagian ngapain kolor lu ada di tas gue!” seru Dendi. “Ah elah, pan gue sering nginep di tempat lu. Dan kadang gue suka lupa pake kolor. Mungkin yang itu ketinggalan di tempat lu!” seru Jeta. “Njir... jorok lu!” seru Dendi. “Ada apa sih?” seru Raka yang kini melihat aneh ke arah dua sahabatnya itu. “Si Dendi nyolong kolor g

