Adel sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Ia baru saja bangun dari tidurnya. Pandangannya terasa rabun dan tidak jelas. “Ada apa dengan mataku yah,” gumamnya. Adel beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Ia membasuh wajahnya dengan air di wastafel. Ia mengangkat kepalanya dan menatap pantulan dirinya di cermin. “Kenapa masih tidak jelas yah,” gumamnya mengusap kedua matanya. “Adel...” Panggilan itu membuat Adel menoleh dan berjalan keluar kamar mandi. Ia melihat seseorang di ambang pintu, tetapi wajahnya terlihat tidak jelas. “Papa...?” tanya Adel mengucek kedua matanya. “Iya ini Papa, kamu kenapa Sayang?” tanya Fram berjalan mendekati Adel. “Ini kenapa pandangan Adel mulai rabun yah,” seru Adel membuat Fram terpaku di tempatnya. Ia mengingat Sarah dulu,

